4 Tips Nge-charge Smartphone Biar Baterai Awet Lebih Lama, Jangan Charge Sampai Penuh!

4 Tips Nge-charge Smartphone Biar Baterai Awet Lebih Lama, Jangan Charge Sampai Penuh!

4 Tips Nge-charge Smartphone Biar Baterai Awet Lebih Lama, Jangan Charge Sampai Penuh!

4 Tips Nge-charge Smartphone Biar Baterai Awet Lebih Lama, Jangan Charge Sampai Penuh!

peugeotcumple.com, Baterei yang awet bertahun-tahun yaitu dambaan setip penggguna smartphone.
Cara-cara sering dikerjakan untuk perpanjang umur hp.

Termasuk juga lakukan beberapa hal yang dipercaya dapat bikin baterei hp awet, seperti mengecasnya sampai 100 % semalaman, baru mencas hp saat daya betul-betul habis serta praktik-praktik lainnya.

Apakah benar cara itu ampuh bikin baterei smartphone awet?

Menurut perusahaan Cadex, produsen piranti penguji baterei smartphone, praktik-praktik itu malah dapat memotong umur hp alih-alih memperpanjangnya.

Bacalah juga : Seorang Wanita Meninggal saat Kencan dengan Driver Ojol, Diduga karena Penyakitnya Kambuh

Ada cara-cara yang dapat dikerjakan untuk bikin baterei lebih tahan lama.

1. Janganlah isi daya baterei hingga penuh

Beberapa besar pemakai smartphone juga bakal isi daya baterei sampai 100 %.

Tetapi untuk baterei lithium-ion moderen yang tertanam di beberapa smartphone sekarang ini, hal itu cuma mitos untuk membuatnya awet.

Pengisian baterei dengan parsial mempunyai faedah positif untuk perpanjang umur sel baterei.

Ada argumen ilmiah dibalik langkah tersebut.

Saat daya baterei makin mendekati kosong, baterei Li-ion menarik arus dengan stabil serta beroperasi pada tegangan lebih rendah.

Tegangan itu perlahan bakal bertambah bersamaan pegisian daya yang tengah berjalan, lalu menaikan daya pada level 70 % sampai kemampuan penuh.

Yang penting, pengisian baterei pada tegangan rendah semakin lebih baik untuk umur baterei.

Karena, bila siklus tegangan makin bertambah jadi penurunan kemampuan yang besar bakal berlangsung juga.

Hal semacam itu karena tiap-tiap penuruan 0. 1 volt pada tegangan sel bakal melipat-gandakan siklus hidup daya baterei.

Oleh karena itu, baiknya pengisian daya baterei diawali dari rata-rata 30 % sampai 80 % supaya voltase atau tegangan masih rendah serta lebih awet di baterei.

Juga kerjakan pengsian baterei dengan reguler dengan parsial ataulah tidak menanti 100 %.

2. Janganlah tunggulah baterei kosong

Isi daya dari 0 % sampai 100 % baiknya dijauhi lantaran memerlukan waktu yang lama.

Karenanya, sebagian orang pilih untuk mengecas ponselnya semalam jemu atau terlampau lama.

Walau sebenarnya hal semacam itu tak dianjurkan.

Pertama, lantaran isi daya dengan terus-terusan dapat mengakibatkan pelapisan lithium metalik yang mana lama kelamaan dapat kurangi kestabilan baterei serta bikin system alami malfungsi serta reboot.

Argumen ke-2, mengecas baterei terlampau lama bakal bikin baterei terisi 100 %.

Seperti yang dijelaskan pada point pertama, semakin lebih baik bila baterei Li-ion tak terisi dengan penuh tetapi dicas dengan reguler.

Argumen paling akhir, tinggalkan hp dalam kondisi charging berjam-jam sampai semalaman, bakal bikin panas berlebihan disebabkan pemborosan daya yang terbuang sesudah kemampuan baterei penuh.

Baiknya, piranti bakal berhenti isi daya bila daya sudah 100 % walau waktu dicas hp dalam kondisi non-aktif.

Bila hp tetap terisi daya, ada saatnya mereka tetap teraliri daya yang besar pada 200 sampai 500 mA.

Dari eksperimen Androd Authority yang ditulis KompasTekno, Sabtu (7/7/2018), cuma LG V30 yang dayanya alami penurunan 20mA waktu kondisi mati serta tetap terpasang stopkontak.

3. Jauhi penurunan baterei dengan mencolok waktu charging

Baterei yang terkuras dengan mencolok waktu dicas dimaksud juga ” parastic load “.

Peristiwa ini umum berlangsung, saat di waktu berbarengan hp tengah di isi serta dipakai untuk menjalankan aplikasi yang boros baterei seperti bermain game atau melihat video.

Parastic load jelek untuk baterei lantaran bisa mendistorsi siklus charging atau pemutaran arus waktu isi lagi. Terutama bila parastic load berlangsung waktu baterei telah terisi penuh.

Maka dapat mengakibatkan tegangan-tegangan yang lebih tinggi serta mengakibatkan baterei panas.

Untuk hindari parastic load, hanya satu langkah yang logis yaitu, menonaktifkan hp supaya tak ada kesibukan hp terkecuali pengisian daya.

Tetapi, bila memanglah perlu memngoperasikan hp waktu dicas, manfaatkanlah sebutuhnya supaya beban kerja hp lebih mudah.

4. Ingat, suhu tinggi yaitu musuh baterei awet

Kunci paling utama untuk perpanjang usia baterei yaitu kontrol temperatur.

Seperti tegangan tinggi, temperatur tinggi bakal mendesak baterei serta bikin kemampuan baterei hilang secara cepat di banding melindungi hp dalam temperatur rendah.

Melindungi hp dalam suhu 25-30 derajat celsius bakal melindungi kemampuan baterei di angka 80 %.

Bila menyimpannya dalam suhu 40 derajat celsius, jadi kemampuan baterei bakal terbangun 65 %, serta di suhu 60 derajat celsius atau 140 fahrenheit cuma bakal memperpendek umur baterei dalam tiga bln..

Yang terburuk yaitu, menaruh hp dalam keadaan penuh didalam suhu tinggi.

Maka, jauhi meletakan hp dibawah bantal pada malam hari waktu isi bateraniya semalaman. Jauhi juga mengecas baterei didalam dashbor mobil waktu panas terik.

Tehnologi pengisi daya cepat yang ramai dibawa sebagian vendor sekarang ini juga cukup memengaruhi. Karena, arus serta tegangan yang lebih tinggi tentu mengakibatkan piranti lebih panas waktu isi daya.

Bila memakai fast charger, jadi manfaatkanlah dengan efektif. Sebaiknya isi daya cuma 15 sampai 20 menit saja tanpa ada biarkan penuh.

Dalam ukuran waktu itu, permasalahan overheating dapat dijauhi, tetapi tak dengan isi daya semalaman dengan fast charger.

Praktek serta mitos-mitos untuk melindungi keawetan baterei ada banyak dikerjakan. Walau beberapa besar rutinitas itu akan tidak beresiko negatif pada umur baterei dalam periode waktu menengah.

Dasarnya, lakukan pengisian daya dengan reguler waktu daya tak seutuhnya kosong yaitu yang harus diingat.

Leave a Reply