Anies Baswedan Copot 4 Wali Kota Via Telepon, Ada yang Bingung karena 3 Bulan Lagi Mau Pensiun

Anies Baswedan Copot 4 Wali Kota Via Telepon, Ada yang Bingung karena 3 Bulan Lagi Mau Pensiun

Anies Baswedan Copot 4 Wali Kota Via Telepon, Ada yang Bingung karena 3 Bulan Lagi Mau Pensiun

Anies Baswedan Copot 4 Wali Kota Via Telepon, Ada yang Bingung karena 3 Bulan Lagi Mau Pensiun

peugeotcumple.com, Bekas Walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana bingung dengan statusnya sekarang ini berubah menjadi pengangguran sesudah dipecat dari posisinya oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan lewat telephone.

Bambang di panggil saat malam sebelum saat pelantikan lima walikota Jakarta baru, yang diadakan pada 5 Juli 2018.

” Pada tanggal 4 Juli jam 21 : 17 WIB, Pak Anies menyebut saya secara langsung, itu saja. ” Sampai sekarang ini belumlah diarahkan, SK (Ketetapan) pemecatan juga tidaklah ada, ” kata Bambang Musyawardana waktu di konfirmasi TribunJakarta. com, Senin (17/7/2018).

Diambil Tribun-Video. com dari TribunJakarta. com, Bambang akan betul-betul pensiun pada 1 Oktober 2018, ia mengaku mempunyai ketetapan pensiun yang diedarkan oleh Tubuh Kepegawaian Negara (BKN).

Bambang juga cuma dapat mengharap, supaya surat persiapan waktu pensiun (MPP) selekasnya dikasihkan padanya, manfaat menyiapkan diri untuk pensiun.

Bacalah juga : Meski Sepele, Mengelupas Kulit Bibir Ternyata Bisa Timbulkan 3 Hal Buruk Ini!

Sekarang ini, pos Walikota Jakarta Timur dipegang oleh M Anwar, yang disebut wakil dari Bambang Musyawardana saat di kantor.

Tidak hanya Bambang, tiga yang lain, yaitu Anas Effendi, Tri Kurniadi, serta Mangara Pardede juga melepaskan walikota oleh Anies Baswedan.

Keempatnya mengungkap tidak sempat diperingatkan atau ditegur tentang kemampuan sebelum saat dipindahkan oleh Anies.

Walikota baru sudah diresmikan oleh Anies, putra asli betawi, mereka merupakan Rustam Effendi, Marullah Matali, Bayu Meganthara, serta Anwar.

Diambil dari TribunWow, bekas Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi juga belajar untuk di keluarkan dari posnya lewat telephone satu hari sebelum saat pelantikan penggantinya yang baru.

” Saya tidak sempat menelepon, melalui telephone saja doang, besok serah terima, ” kata Tri waktu dihubungi, Senin (16/7/2010).

Dalam ketetapan yang dikasihkan oleh Anies, Tri diletakkan di Tubuh Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), namun ia tidak tempati tempat struktural.

Dia cuma pelaksana eksekusi tanpa ada ijin kerja.

” Tidaklah ada tempat, pelaksana, pelaksana BPSDM, 0 kunjungan kantor, tidaklah ada, ” tuturnya.

Tri sudah ajukan yang dirasakan ini pada Komite Service Sipil Negara (KASN).
KASN tengah menyelidiki pendapat pelanggaran ketentuan dalam perombakan petinggi Pemprov DKI Jakarta.

Tuduhan pelanggaran yang tertera dalam Ketentuan Pemerintah No. 53 tahun 2010 mengenai Pegawai Negeri Sipil.

Masalah 24 ayat (1) dalam ketentuan yang dijelaskan sebelum saat PNS dijatuhi hukuman disiplin, tiap-tiap atasan secara langsung mesti terlebih dulu mengecek PNS yang disangka lakukan pelanggaran disiplin.

Leave a Reply