index

Dituntut 7 Tahun Penjara, Ini Rincian Suap-Gratifikasi Diterima Bowo

Dituntut 7 Tahun Penjara, Ini Rincian Suap-Gratifikasi Diterima Bowo

index

peugeotcumple.com – Bowo Sidik Pangarso dipercaya jaksa terima uang suap sekaligus juga gratifikasi yang nilainya miliaran rupiah. Bekas anggota DPR itu juga dituntut hukuman penjara sepanjang 7 tahun.

Berkaitan Penerimaan Suap

Jaksa KPK yakini Bowo terima suap lewat orang kepercayaannya bernama Indung Andriani K. Uang disangka diterima dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) terkait dengan distribusi amoniak untuk kombinasi pupuk.

Semua berawal dari pemutusan kontrak kerja sama di antara PT HTK dengan PT Kopindo Cipta Sejahtera (KCS) yang disebut cucu perusahaan PT Petrokimia Gresik terkait dengan pengangkutan amoniak. PT HTK mengurus kapal MT Griya Borneo untuk mengangkat amoniak itu untuk PT KCS.

Tetapi pada tahun 2015 BUMN dalam bagian pupuk yakni PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) berdiri hingga kontrak PT HTK diarahkan ke anak usaha PIHC yakni PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) memakai kapal MT Pupuk Indonesia. Untuk itu PT HTK lewat Asty Winasty jadi General Manajer Komersial Officer PT HTK waktu itu minta pertolongan Bowo sesudah diperkenalkan partnernya atas nama Steven Wang (pemilik PT Tiga Macan) supaya PT Pilog memakai kapalnya yakni MT Griya Borneo, bukannya memakai kapal sendiri.

“Oleh karenanya Asty Winasty minta pertolongan terdakwa supaya mengusahakan PT Pilog bisa memakai kapal MT Griya Borneo yang diurus PT HTK untuk mengangkat amoniak, sedang kapal punya PT Pilog yakni kapal MT Pupuk Indonesia akan dicarikan pasarnya oleh Asty Winasty. Atas keinginan Asty Winasty itu terdakwa bersedia menolong serta karena itu terdakwa minta Asty Winasty mengirim urutan kerja sama awalnya serta progress jalinan kerja di antara PT HTK serta PT Pilog,” kata jaksa KPK waktu membacakan surat tuntutan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019).

Lalu Bowo menjumpai Direktur Penting PT PIHC Aas Asikin Idat serta Direktur Pemasaran PT PIHC Achmad Tossin Sutawikara. Bowo minta mereka mengatur kepentingan PT HTK supaya kapal MT Griya Borneo bisa kembali dipakai oleh PT Pilog untuk pengangkutan amoniak. Sesudah pertemuan itu, jaksa menjelaskan Asty memberikan laporan pada Taufik Agustono jadi Direktur Penting PT HTK berkaitan pertemuan dengan faksi PT PHIC dengan PT HTK. Pertemuan juga berlangsung dengan bahasan persetujuan biaya, pola pengangkutan, tonase serta yang lain.

“Seterusnya, Asty Winasty dihubungi oleh Steven Wang yang mengemukakan jika Terdakwa minta commitment fee sebesar USD 2 (dua dolar Amerika Serikat) per metrik ton dari volume amoniak yang diangkut kapal MT Griya Borneo yang disewa oleh PT PILOG, begitu juga Steven Wang minta fee untuk dianya sebesar 3 % dari keseluruhan revenue persewaan Kapal MT Griya Borneo,” kata jaksa.

Atas keinginan itu, jaksa menjelaskan faksi PT HTK keberatan hingga Asty mengontak Steven Wang untuk bernegosiasi commitment fee yang begitu besar. Pada akhirnya Bowo menyepakati commitment fee sebesar USD 1,5 per metrik ton serta akan dibayarkan sesudah PT HTK terima pembayaran dari PT Pilog, tetapi Bowo masih minta penambahan fee pada Asty Winasty.

Baca juga : Puan Terbang ke Jepang, Hadiri Forum Parlemen G20

“Asty Winasty serta faksi PT HTK cari jalan keluar dengan PT HTK memberi fee dari sewa Kapal MT Pupuk Indonesia punya PT Pilog untuk keperluan mengangkat Gas Elpiji Pertamina yang dihitung /hari sebesar USD 200,” kata jaksa.

Leave a Reply