Ini Pengakuan Perekrut Artis dalam Kasus Investasi Bodong MeMiles

Ini Pengakuan Perekrut Artis dalam Kasus Investasi Bodong MeMiles

Daftar Agen Judi Bola Terbaik – Polisi memutuskan dua terduga baru masalah investasi bodong MeMiles. Salah satunya terduga yaitu Martini Luisa (ML) atau dokter Eva yang akui bertindak mengambil artis dalam mempromokan MeMiles.

Dokter Eva akui kenal beberapa public figur yang terjebak MeMiles. Tetapi waktu diberi pertanyaan siapapun public figur itu, ia malas menyebutkan beberapa nama artis yang sukses diajaknya masuk.

“Saya tidak dapat menyebutkannya deh,” kata Eva di Mapolda Jawa timur, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Sabtu (11/1/2020).

Waktu disinggung beberapa nama seperti Judika sampai beberapa artis lain, Eva pilih untuk tidak memberi komentar. “Tidak tahu deh,” paparnya singkat.

Sesaat Eva akui kenal direktur PT Kam and Kam, Kamal Tarachan semenjak delapan bulan kemarin. Ia tertarik untuk masuk sebab lihat misi investasi MeMiles untuk mensejahterakan warga.

“Mengenal delapan bulan. Sebab kan disaksikan dari misinya itu untuk kesejahteraan. Itu kan sudah bertumbuh,” ujarnya.

Awalnya, Kapolda Jawa timur Irjen Luki Hermawan menyebutkan dokter Eva bukan dokter. Ia kerja jadi akupuntur serta menipu beberapa anggota dengan akui dokter. Dari Eva, polisi mengambil alih mata uang asing beberapa Rp 120 juta serta handphone.

Baca juga : Antisipasi Banjir, Polda Metro Bentuk Satgas Khusus

“Nyatanya yang berkaitan bukan dokter. Ia di MeMiles, di Instagram akui dokter tetapi ia ialah akupuntur,” jelas Luki.

Diluar itu, Eva mengambil beberapa public profil untuk masuk dalam seminar mempromokan MeMiles. Ini supaya peminat investasi MeMiles makin bertambah.

“Untuk dokter Eva mengambil serta ia peranannya jadi motivator, tetapi paling ini mengambil member-member, public figur yang akan dibawa untuk masuk. Yang satunya ini team IT yang membuat aplikasi dari PT Kam and Kam,” tambah Luki.

Sekarang, sudah ada empat terduga dalam masalah MeMiles. Yaitu Kamal Tarachan atau Sanjay jadi direktur, Suhanda jadi manager, Eva jadi motivator atau pelacak anggota serta Sempurna Hendika (PH) jadi pakar IT.

Awalnya, masalah ini terbongkar waktu Polda Jawa timur merasakan investasi MeMiles yang belum berizin. Investasi ini disebutkan sudah punya 264 ribu nasabah atau anggota.

Diluar itu, dalam praktiknya, MeMiles memberi iming-iming hadiah fenomenal serta tidak logis pada nasabah. Contohnya saja cuma investasi beberapa ratus ribu, nasabah bisa bawa pulang beberapa barang elektronik seperti TV, Kulkas, sampai AC.

Ini lah yang membuat peminat MeMiles melompat. Dalam 8 bulan tersebar, MeMiles sudah kantongi omzet Rp 750 miliar. Polisi juga mengambil alih uang Rp 122 miliar yang masih ada di rekening penting.

 

Leave a Reply