f327cf56-def4-488f-9097-be029cbd20be_169

Kegigihan Sutopo Informasikan Bencana Pernah Disorot Media Internasional

Kegigihan Sutopo Informasikan Bencana Pernah Disorot Media Internasional

f327cf56-def4-488f-9097-be029cbd20be_169

peugeotcumple.com – Sewaktu hidup, Kepala Pusat Data Info serta Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho sudah pernah seringkali mendapatkan sorotan dari beberapa media internasional. Perjuangannya saat menyampaikan kabar info musibah alam di Indonesia dalam kondisi sakit kanker, menarik ketertarikan media asing untuk tuliskan ceritanya.

Satu diantara media internasional yang tertarik menulis mengenai figur Sutopo ialah media asal Amerika Serikat, New York Times. Figur Sutopo itu, dicatat untuk edisi The Saturday Profil New York Times.

Sutopo sudah sempat menjelaskan wartawan New York Times bernama Richard C Paddock hadir ke Indonesia untuk minta interviu spesial serta photo. Paddock memandang Sutopo memberikan inspirasi karena masih sigap memberi info sekitar musibah di Tanah Air ditengah-tengah penyakit kanker yang dideritanya.

“Waktu saya bertanya, ‘Apa yang menarik dari saya hingga Pak Paddock hadir kesini?’. Ia menjelaskan, ‘Apa yang kamu kerjakan benar-benar menarik dikabarkan. Dari bagian kemanusiaan benar-benar menarik. Indonesia ditimpa banyak musibah yang memunculkan beberapa ribu korban jiwa. Pada saat bertepatan, Pak Topo yang sakit kanker paru fase 4b. Sakit gawat yang tentu menyakitkan. Tetapi terus-terusan memberi info musibah tanpa ada menyerah serta kenal capek. Ini benar-benar memberikan inspirasi. Media internasional banyak juga memberitakanmu. Mengacu semua informasimu. Keterangan yang kamu beri cepat, tepat, serta menentramkan banyak pihak’,” tutur Sutopo dalam infonya pada wartawan, Minggu (30/12/2018).

“Biasanya survivor kanker, ditambah lagi telah level gawat, ia banyak di dalam rumah atau di rumah sakit. Tetapi kamu masih kerja layani media serta publik. Saya pengikut Twitter kamu. Cepat sekali sekali kamu memberi info musibah. Di USA tidak secepat itu. Media susah memperoleh data serta info yang cepat waktu ada musibah di Amerika. Twitter kamu ada juga seringkali berisi beberapa hal yang lucu serta mengenai kehidupan, kesehatan, hoaks, serta yang lain. Kita orang Amerika banyak yang simpati, tertarik, serta memberi animo apa yang Pak Topo kerjakan. Itu fakta saya hadir ke sini’,” jelas Sutopo, mengulang pengucapan Paddock.

Interviu saat itu berjalan serta Sutopo dimuat New York Times pada Sabtu (29/12) dengan artikel berjudul ‘Helping Indonesia Through a ‘Year of Disasters’ While Facing His Own’. Sutopo juga tidak menduga ia dimuat New York Times.

Dalam artikel itu, Sutopo dilukiskan jadi orang yang tanpa capek menyampaikan kabar berita musibah di Indonesia. Tetapi, di satu bagian, Sutopo harus juga hadapi bencananya sendiri berbentuk penyakit kanker.

“Saat yang sama, dia sudah bertemu dengan musibahnya sendiri,” catat artikel itu.

Tidak hanya New York Times, figurnya sempat juga dibahas oleh ABC Australia. Tulisan itu berjudul ‘Sutopo Purwo Nugroho: Berusaha di Tengah Musibah, Di cintai Wartawan’.

Dalam tulisan itu, Sutopo dilukiskan jadi figur humas yang sering mengemukakan info dengan menggelora. Walau sebenarnya, di satu bagian Sutopo sedang berusaha menantang kanker paru fase 4B.

“Setiap hari, Pak Topo -begitu dia akrab dipanggil, mengemukakan perubahan terbaru dari kondisi di lapangan. Selintas, dia terlihat baik-baik saja. Ditambah lagi, bila lihat gayanya mengemukakan info yang demikian menggelora, tidak akan ada yang menduga pria 49 tahun ini tengah berusaha menantang kanker paru fase 4B,” bunyi tulisan yang dimuat pada media Australia itu.

Pada media itu, Sutopo mengaku stamina fisiknya tidak sama selesai diserang kanker. Ia menceritakan sering duduk saat mengemukakan info waktu konpers.

“Saat ini saya tidak dapat turun ke lapangan. Ya bagaimana, keadaannya tidak sangat mungkin, saya harus juga berobat.” papar Sutopo pada ABC Australia.

“Saya jadi mudah lelah. Kadang saya sangat terpaksa duduk di tengahnya konpers (pertemuan wartawan),” sambungya.

Sutopo sempat juga diangkat profilnya oleh The Sidney Morning Herald. Narasi Sutopo itu dicatat dalam artikel berjudul ‘The crisis manajer handling Bali’s Mt Agung eruption one tweet at a time’.

Dalam tulisan itu, Sutopo dilukiskan jadi Humas yang terus sering menyampaikan kabar info musibah tanpa ada kenal waktu. Diantaranya, saat Sutopo mencuitkan info meletusnya gunung agung pada jam 4.52 pagi.

“Pada jam 4.52 pagi hari Rabu, Dr. Sutopo Purwo Nugroho mentweet satu photo hitam putih Bali yang menegangkan meletus gunung berapi Gunung Agung bermandikan sinar bulan purnama,” catat media itu, Rabu (6/12/2017).

“Alam bercerita kisahnya: gunung, bulan purnama serta manusia. Ada serasi di antara manusia serta alam. Bali aman,” di-publish Sutopo, kepala jalinan warga di Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah Indonesia.

Diluar itu, dalam artikel itu diambil komentar satu diantara pakar vulkanologi Selandia Baru. Sang pakar akui benar-benar menghormati kerja Sutopo dalam mengupdate harian berkaitan berita musibah.

“Saya benar-benar menghormati pembaharuan harian Sutopo, memberi komentar, video, serta photo yang tunjukkan perubahan Gunung Agung serta bahaya berkaitan,” kata pakar vulkanologi Selandia Baru, Dr Janine Krippner.

Tetapi, sekarang Sutopo sudah tanpa. Ia wafat pagi hari barusan pada jam 02.00 waktu ditempat dalam suatu rumah sakit di Guangzhou, China. Sutopo
wafat dalam perjuangannya menantang kanker paru-paru. Dunia akan mengenangnya jadi satu diantara Humas yang tanpa capek menyampaikan kabar info musibah.

 Baca juga : Komnas HAM Apresiasi Investigasi Polri, Ingin Dalang Rusuh 22 Mei Diungkap

Leave a Reply