index

Kelompok Aceh Selundupkan Sabu Kemasan Teh di Atap Minibus

Kelompok Aceh Selundupkan Sabu Kemasan Teh di Atap Minibus

indexpeugeotcumple.com – Polda Jawa barat dan Tubuh Narkotika Nasional (BNN) membekuk empat orang kurir narkotik type sabu. Aparat mengambil alih tanda bukti sabu seberat 17 kg yang akan disebarkan aktor di Jawa barat.

Keempatnya yaitu AP, AS, DS yang diamankan Polda Jawa barat, serta WAS hasil tangkapan dari petugas BNN. AP, AS serta DS diamankan barisan Subdit I Ditresnarkoba Polda Jawa barat yang di pimpin oleh Kasubdit AKBP Herry Afandi di perumahan BTN Pasirgede Raya, Kabupaten Cianjur pada Sabtu 28 September 2019 kemarin.

“Hasil dari penangkapan oleh Polda Jawa barat kita sukses sita 13 kg narkotik type sabu,” sebut Kapolda Jawa barat Irjen Rudy Sufahriadi di Mapolda Jawa barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (8/10/2019).

Rudy menjelaskan narkotik itu didapatkan aktor dari satu orang berinisial A. Polisi sudah memutuskan A jadi daftar penelusuran orang (DPO).

Baca juga :Australia Diminta Tarik Semua Dana dan Warga Negaranya dari Hong Kong

“A ini DPO. Ia dari Aceh. Jadi barisan yang tiga orang ini barisan asal Aceh,” kata Rudy.

Menurut Rudy, sabu itu diantar dari Aceh lewat jalan darat. Sabu dikemas ke bungkus teh asal Cina yang selanjutnya diselinapkan lewat minibus.

“Mobil minibus itu lalu diubah. Sisi atapnya dirombak diberi ruangan untuk menaruh narkotik itu,” sebut Rudy.

Peredaran sabu ini terlacak aparat. Petugas lalu lakukan pengintaian serta tangkap ke-3 aktor itu.

Tidak hanya 13 kg sabu-sabu yang diamankan Polda Jawa barat, ada 4 kg sabu-sabu dari seseorang kurir yang diamankan oleh BNN Jawa barat. Aktor WAS diamankan di pintu keluar tol Ciawi, Bogor pada 29 September 2019.

“Dari tangan aktor, kita amankan empat bungkus berisi sabu-sabu. Beratnya sampai empat kg. Tidak hanya sabu-sabu kita mengambil alih 5.000 butir pil ekstasi,” kata Kepala BNN Jabat Brigjen Sufyan Syarif.

WAS diamankan waktu akan ke arah ke Jawa barat. Dari daerah Sumatera, WAS menumpang angkutan umum bis sekalian bawa barang terlarang itu.

“Barang itu disimpan di tas ransel. Demikian kita periksa, kita dapatkan barang itu,” katanya.

Leave a Reply