Kronologi Polisi Bongkar Prostitusi Telepon Seks di Tangerang, Ladeni SMS Nyasar hingga Kirim Uang

Kronologi Polisi Bongkar Prostitusi Telepon Seks di Tangerang, Ladeni SMS Nyasar hingga Kirim Uang

Kronologi Polisi Bongkar Prostitusi Telepon Seks di Tangerang, Ladeni SMS Nyasar hingga Kirim Uang

Kronologi Polisi Bongkar Prostitusi Telepon Seks di Tangerang, Ladeni SMS Nyasar hingga Kirim Uang

peugeotcumple.com, Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota sukses membuka prostitusi telephone sex sesudah mendapatkan pesan singkat atau nyasar.

Hasil dari penyidikan, polisi sukses mengamankan lima orang karyawan usaha prostitusi tersebut di markas mereka yang berada di Ruko Mutiara Karawaci Blok D26, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang Selatan.

Dikutip Tribun Video dari Tribun Jakarta, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan menuturkan awal usaha prostitusi itu dapat diringkus.

Awalannya, anggotanya pada 28 September 2018 memperoleh pesan singkat dengan nomer premium dengan diawali angka 0809 berisi ajakan untuk lakukan telephone sex.

Merasakan pesan itu anggotanya langsung menyamar menjadi pria hidung belang yang tertarik jadi pelanggan mereka. Modus itu untuk menjaring beberapa aktor.

Bacalah juga : Apa Itu Qualcomm Snapdragon dan Kapan Mulai Tersedia untuk Digunakan

Waktu ditelfon, polisi dengar nada salah satunya operator premium mengakui bernama Sandra.

Selesai lakukan pembicaraan, petugas juga lakukan kesepakatan dengan wanita tersebut di Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang.

Untuk memberikan keyakinan aktor, petugas mentansfer uang beberapa Rp300 ribu supaya aktor yakin.

“Kami mentransfer uang sejumlah Rp300 ribu menjadi penyakin untuk bertemu serta setibanya di hotel kami lakukan transaksi Rp1 juta serta langsumg lakukan penangkapan pada wanita itu,” jelas Harry.

Hasil dari peningkatan penyidikan, lalu polisi sukses temukan markas jaringan prostitusi online itu, petugas ikut tangkap lima karyawannya yang tengah bertansaksi telephone dengan pelanggan.

Mereka yaitu Tati, Siska, Siti serta Atin, dan RZ yang bekerja menjadi menebar pesan singkat lewat internet serta handphone mengguakan satu laptop.

Kombes Pol Harry menuturkan jika usaha itu telah beroperasi saat lima tahun.

Tidak hanya lakukan usaha melalui sambungan telephone, mereka ikut melayani layanan berjumpa langsung dengan pelanggan untuk melakukan hubungan intim selesai lakukan telephone sex.

Akan tetapi, harga serta tempat tidak tentu bergantung dari persetujuan kedua-duanya melalui sambungan telefon.

Atas masalah ini, beberapa terduga juga dipakai masalah 27 ayat 1 Undang-undang nomer 19 tahun 2016 mengenai Info serta Transaksi Elektronik. Dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Leave a Reply