Misteri Sesar Baribis di Perut Bumi Jakarta dalam Kacamata Para Ahli

Misteri Sesar Baribis di Perut Bumi Jakarta dalam Kacamata Para Ahli

Misteri Sesar Baribis di Perut Bumi Jakarta dalam Kacamata Para Ahli

Misteri Sesar Baribis di Perut Bumi Jakarta dalam Kacamata Para Ahli

peugeotcumple.com, Pada 2016, pakar geodesi Australia Achraff Koulali memublikasikan temuannya mengenai sesar Baribis aktif yang membentang selama 25 km. di selatan Jakarta. Penemuan ini diterbitkan di jurnal internasional Elsevier.

Sesar ini dimaksud melintang dari Purwakarta, Cibatu-Bekasi, Tangerang, serta Rangkasbitung. Bila ditarik garis lurus dari Cibatu ke Tangerang, sesar Baribis diperkirakan melalui beberapa kecamatan di Jakarta.

Sebelum studi dikerjakan oleh Achraff, bukti histori mencatat terdapatnya gempa besar yang mengguncang Jakarta pada 5 Januari 1699 seputar jam 01.30 WIB.

Berdasarkan catatan data gempa yang dibikin profesor geologi asal Jerman, Arthur Wichman, gempa besar di tahun itu mengakibatkan kerusakan 40 bangunan, termasuk juga bangunan Hindia belanda yang kuat, seperti Istana Daendels.

Dalam diskusi berjatuk “Gempa Bumi Megathrust M 8,7: Siapkah Jakarta?” yang diselenggarakan akhir Februari 2018, Kepala Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan gempa itu disangka dikarenakan oleh sesar Baribis yang melewati Jakarta.

Dalam peluang yang sama, Dekan Fakultas Tehnik Pertambangan serta Perminyakan Institut Tehnologi Bandung (FTTM ITB) Sri Widiyantoro menyampaikan, sesar Baribis masih tetap jadi perbincangan serta butuh dibuktikan dengan riset di lapangan.

“Memang benar ada studi yang memberikan indikasi Sesar Baribis ke arah Jakarta. Kami dari timnas coba mencari bukti di lapangan. Di lapangan belumlah sangat jelas,” papar Widiyantoro.

Bacalah juga : Raisa Telepon Sutopo Purwo Nugroho Melalui Video Call

Kepala Bagian Info gempa bumi serta Peringatan Awal Tsunami BMKG, Daryono, membuka jika sesar Baribis disangka merentang dari Purwakarta, ke arah barat, tapi tertimbun material sedimen.

“Pendapat itu mesti kami tunjukkan dengan monitoring micro earthquake,” tuturnya.

Walau demikian, ia memandang jika sumber gempa Jakarta tahun 1699 begitu dekat dengan Jakarta.

“Gempa 1699 itu begitu lokal. Cuma Jakarta saja yang rusak. Berarti, sumbernya ya dekat situ,” katanya.

Masih tetap misteri

Sama pendapat dengan Widiyantoro, Rovicky Dwi Putrohari yang pakar geologi serta anggota Ikatan Pakar Geologi Indonesia (IAGI) menyampaikan kehadiran patahan sesar Baribis masih juga dalam step pendapat.

“Terdapatnya sesar Baribis ini dibikin dengan riset geodetik yang begitu bagus. Lalu dipadukan dengan riset gempa-gempa waktu lantas, termasuk juga gempa jaman kolonial. Tetapi keberadaannya masih juga dalam step pendapat sebab patahannya dibawah tanah yang sampai sekarang ini belumlah bisa diyakinkan,” katanya pada Kompas.com waktu dihubungi Rabu (3/10/2018).

Ia juga menyarankan untuk diselenggarakan riset selanjutnya berkaitan sesar Baribis untuk tahu keberadaannya lebih jelas.

“Dan jika bisa diyakinkan keberadaannya dengan data-data yang lainnya, butuh disaksikan apa aktif ataukah tidak,” paparnya.

Lihat catatan gempa besar di seputar Jakarta pada jaman kolonial 1700-an, Rovicky menyatakan dibutuhkannya pembuktian atas pendapat jika gempa itu dikarenakan oleh sesar Baribis. Karena, bukan mustahil gempa besar itu dipicu oleh sesar aktif lainnya.

“Mungkin, wong waktu itu kita belumlah tahu genesa (pembentukan) terjadinya gempa. Menjadi info, teori plate tektonik yang sekarang ini digunakan untuk mengkaji gempa baru didapati tahun 1950-an. Menjadi waktu itu (tahun 1700-an), gempa-gempa ini masih tetap dipandang misteri,” tuturnya.

Menjadi penambahan, menurut riset Koulali, patahan diprediksikan mengakibatkan gempa taraf 7 dalam periode 600 tahun.

“Menjadi jika contohnya gempa paling akhir tahun 1800, jadi gempa selanjutnya masih tetap lama, masih tetap 400 tahun lagi. Ini jika riset itu benar ya,” imbuhnya.

Adrin Tohari, periset bagian Geoteknik Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (LIPI), juga berkata jika sumber gempa besar yang sempat mengguncang Jakarta seputar tahun 1700-an belumlah teridentifikasi.

“Menurut histori, memang Batavia sempat hancur sebab gempa besar. Akan tetapi, sampai sekarang ini belumlah tahu sumber gempanya dari tempat mana. Bisa jadi dari laut di Sumatra, kita belumlah tahu (kebenarannya). Meskipun dalam riset ada pelurusan susunan dibawah Jakarta, tetapi kita belumlah bisa pastikan itu aktif atau tidak,” katanya pada Kompas.com, Rabu (3/10/2018).

“Menjadi sampai sekarang ini belumlah bisa diyakinkan, apa sesar yang menurut riset adalah sesar aktif atau cuma tektonik saja. Sebab dia (sesar) tertimbun material yang tebal hingga tidak tampil ke permukaan. Nah, jika sesar aktif, dia mesti muncul ke permukaan,” jelas Adrin.

Leave a Reply