cc1ffa56-a008-4293-a731-3b900f6fea90_169

Pengacara Klaim Munarman-Tersangka Kasus Ninoy Cuma Konsultasi Hukum

Pengacara Klaim Munarman-Tersangka Kasus Ninoy Cuma Konsultasi Hukum

cc1ffa56-a008-4293-a731-3b900f6fea90_169peugeotcumple.com – Sekretaris Umum Front Pembelas Islam (FPI) Munarman di panggil polisi sebab namanya diseret-seret oleh salah satunya terduga penculikan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Pengacara menyebutkan, Munarman berkomunikasi dengan salah satunya terduga untuk konsultasi permasalahan hukum.

“Klarifikasi saja. Itu kan ada panggilan, di panggilan itu mengatakan jika terduga itu komunikasi dengan Pak Haji Munarman,” jelas salah satunya pengacara Munarman, Samsul Bahri pada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Samsul menjelaskan, komunikasi di antara Munarman dengan terduga itu berlangsung pada tanggal 2 Oktober, atau satu hari sesudah Ninoy dipulangkan oleh beberapa aktor pada 1 Oktober pagi.

“Tetapi sebetulnya itu berlangsung tanggal 2 Oktober, dimana ia lakukan konsultasi hukum, semacam itu peristiwanya,” katanya.

Ninoy penuhi panggilan polisi untuk diminta info jadi saksi di masalah penganiayaan serta penculikan Ninoy. Munarman datang di Polda Metro Jaya pada jam 11.20 WIB.

Baca juga :Siap Gabung Koalisi Tanpa Minta Jatah Menteri, PD: Pak Jokowi Kenal Kami

Awalnya, polisi menyebutkan Munarman disangka turut terjebak dalam masalah penculikan dibarengi penganiayaan pada Ninoy Karundeng. Polisi menjelaskan Munarman bertindak memerintah pengurus Masjid Al-Falah, Ir Supriyadi untuk meniadakan rekaman CCTV di masjid itu.

Ir Supriyadi disebutkan diperintah oleh Munarman menyalin data-data di laptop Ninoy. Dalam soal ini, Munarman telah menyanggah. Munarman berasumsi dianya minta rekaman CCTV masjid cuma untuk lihat kondisi.

“Ngawur ia… memang senang ngawur ia jika memberi info wartawan. Yang saya meminta rekaman CCTV masjid… sebab saya ingin lihat kondisi masjid waktu tanggal 30 malam sampai pagi,” kata Munarman waktu diminta konfirmasi, Senin (7/10).

Dalam masalah Ninoy, polisi sudah memutuskan 13 terduga dalam masalah itu. Ke-13 Terduga itu ialah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, F, dan Bernard Abdul Jabbar, yang Sekjen PA 212. Mereka mempunyai peranan yang berlainan.

Leave a Reply