Perwira Aniaya Bintara di Sumbar, Kompolnas Desak Bareskrim Turun Tangan

Perwira Aniaya Bintara di Sumbar, Kompolnas Desak Bareskrim Turun Tangan

peugeotcumple.com – Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengolah dengan cara hukum seorang perwira sebab menganiaya anggota bintara di Polres Padang Pariaman. Kompolnas menekan perwira itu tidak cuma diolah di Propam, dan juga di Bareskrim.

” Tuturnya sekarang sedang dalam kontrol Propam, tetapi karenanya ada sangkaan pidana, ya seharusnya Bareskrim juga turun tangan. Sebab sangkaan tindak pidana, kita tidak paham salah serta benarnya seperti apa, bergantung dari penyelidikan oleh Bareskrim, bukan Propam ya, ” kata Komisioner Kompolnas Andrea Poeloengan lewat pesan singkat, Jumat (27/3/2020).

Andrea memperjelas, perwira polisi itu sudah lakukan tindak pidana yang sanksinya ditata dalam Klausal 351 KUHP mengenai penganiayaan. Andrea memberikan tambahan, bila tindakan si perwira atas perintah atasannya, Bareskrim menangkap atasan perwira itu dengan Klausal 55 KUHP mengenai ikut serta dalam tindak pidana.

” Tindakan yang berkaitan ialah sangkaan tindak pidana penganiayaan apa saja faktanya, Klausal 351 KUHP. Bila ia merasakan diperintah, karena itu yang memerintah ikut disangka pidana sebab memerintah lakukan, Klausal 55 KUHP, ” tegas Andrea.

Baca juga : Volume Kendaraan di Jalan Protokol DKI Turun 25% Sejak Berlaku WFH

” Usaha lain yang bisa dilaksanakan oleh penyidik Bareskrim lakukan perlakuan masalah lewat cara restorative justice seperti ditata dalam Perkap 6/2019 serta SE 8/VII/2018, tanpa ada mengilangkan penyelidikan code etiknya oleh Propam, ” sambung ia.

Ia menjelaskan hukuman dalam rencana membuat disiplin boleh-boleh saja diaplikasikan. Tetapi, lanjut Andra, bukan berbentuk penganiayaan.

” Corporal punishment bisa dilaksanakan dalam rencana aksi disiplin, tetapi tidak dengan kekerasan penganiayaan semacam itu, ” tutur ia.

Ia minta perekam video itu dilindungi oleh Instansi Perlindungan Saksi serta Korban (LPSK). Menurut dia, orang yang merekam ialah whistle blower.

” Satu , yang merekam serta memviralkan semestinya diposisikan untuk whistle blower serta saya berharap LPSK juga turun mengatasi masalah ini, khususnya membuat perlindungan yang merekam serta memviralkan, ” sebut ia.

Awalnya, tersebar satu video tindakan pemukulan yang dilaksanakan seorang perwira polisi pada anggotanya di muka Mako Polres Padang Pariaman sepanjang 15 detik.

Leave a Reply