Ribuan Pemudik dari Bali Padati Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Ribuan Pemudik dari Bali Padati Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

peugeotcumple.com – Mendekati Lebaran 2020, Dermaga Ketapang Banyuwangi telah dipadati beberapa ribu pemudik. Penyeberangan di Selat Bali ini sudah dilewati 6.467 pemudik baik dari Bali ke Jawa atau sebaliknya.

Berdasar data dari PT ASDP Indonesia Ferry, tertera sekitar kira-kira 4.176 penumpang dari Dermaga Gilimanuk Bali dengan 2.066 keseluruhan kendaraan ke arah Jawa.

Sebaliknya, tertera sekitar kira-kira 2.291 penumpang serta 1.971 unit kendaraan di Dermaga Ketapang Banyuwangi ke arah Bali. Dari ke-2 dermaga, didominasi penumpang yang memakai kendaraan roda empat umum atau pribadi.

“Pada umumnya Dermaga Ketapang masih bekerja. Ada sekitar 27 kapal yang bekerja, ” kata Fahmi Alweni, General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang Banyuwangi, pada wartawan, Selasa (19/5/2020).

Baca juga : Dokter Viral Datangi Pos PSBB, Minta Maaf Atas Cekcok dengan Petugas

Menurut Fahmi, jumlah itu tidak berapa bila dibanding dengan beberapa tahun kemarin. Ini karena, warga semakin banyak diam diri di dalam rumah atau bertahan di perantauan buat penjagaan penebaran COVID-19.

Untuk arus kendaraan logistik sendiri masih termasuk normal seperti hari-hari umumnya. Sedang arus kendaraan umum baik roda dua atau empat, pucuk kepadatan penumpang ada pada malam hari.

“Umumnya yang dari Bali itu pada malam hari. Jika siang hari sepi. Tetapi tidak seperti mudik tahun tempo hari, ” tuturnya.

Menurut Fahmi, untuk dapat melintas, harus juga lewat tahapan-tahapan cek point yang diresmikan. Seperti surat sehat atau info dari Pemerintah Desa.

“Mendekati Idul Fitri ini, dari Ketapang hampir tidak ada pejalan kaki yang lakukan perjalanan ke Bali. Untuk roda dua cuma ada banyak, Itu juga harus mendapatkan referensi atau cek point dari Gugus Pekerjaan. Serta tiap kapal cuma dapat mengusung 30 sampai 40 penumpang saja, tidak kurang, ” pungkasnya.

Dalam beberapa waktu paling akhir, gelombang kehadiran pemudik di Dermaga Ketapang yang didominasi pejalan kaki itu capai 1.000 penumpang/hari. Rerata mereka memaksa diri pulang kampung ditengah-tengah larangan mudik, sebab tidak ada pekerjaan lagi di Pulau Dewata.

“Tidak dapat kerja lagi mas. Karena itu saya pulang ke Banyuwangi, ” kata Kusnia, salah satunya penumpang asal Banyuwangi.

Kusnia akui pergi dari Nusa memakai travel. Sesampainya di Dermaga Ketapang dianya harus ikuti rangkaian kontrol sesuai dengan prosedur COVID-19.

“Barusan di Bali dicheck, saat ini di dermaga ketapang dicheck memulai dari temperatur badan, sampai peeriksaan lain seperti KTP dan lain-lain, ” katanya.

Leave a Reply