8fe67149-dcc9-4f3e-8e18-f1dbadd633d3_169

Saksi Sebut Ada 17 Juta DPT Fiktif, Yusril: Itu Pilih Prabowo atau Jokowi?

Saksi Sebut Ada 17 Juta DPT Fiktif, Yusril: Itu Pilih Prabowo atau Jokowi?

8fe67149-dcc9-4f3e-8e18-f1dbadd633d3_169

peugeotcumple.com – Team hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin memandang kesaksian Agus Maksum yang menerangkan berkaitan DPT 17,5 juta memiliki masalah. Menurut team hukum Jokowi, DPT memiliki masalah itu tidak ada hubungan dengan hasil Pemilihan presiden.

“Sebetulnya kami memandang saksi barusan itu tidak menjelaskan apa-apa sebetulnya, ditambah lagi infonya barusan campur aduk di antara saksi dengan pakar,” kata ketua team hukum Jokowi, Yusril Ihza Mahendra di antara skorsing sidang tuntutan Pemilihan presiden 2019 di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Yusril menyebutkan Agus tidak berhasil menerangkan detil berkaitan DPT siluman. Ia menjelaskan dakwaan pun tidak jelas sebab 17 juta-an suara itu apa pilih ataukah tidak maupun apa pilih Jokowi atau Prabowo.

“Jadi yang sangat penting dalam persidangan ini ialah jika berlangsung kecurangan, itu harus disaksikan korelasinya dengan kemenangan Pak Jokowi serta kekalahan Pak Prabowo, jika tidak ada hubungannya, 17 juta itu dari dukcapil, serta penentuan sekitar 17 juta itu pilih ataukah tidak, ia tidak paham. Jadi tidak ada agunannya dari info ini memberikan (pilihan) untuk Jokowi serta Prabowo ,” tuturnya.

Yusril menyikapi ketidaksiapnya team hukum Prabowo yang belum siap menghadirlan bukti P-155 yang disuruh hakim MK Eni Nurbaningsih. Menurut Yusril, bukti-bukti yang diserahkan team hukum Prabowo benar-benar amburadul.

Baca juga :Bersitegang dengan Iran, AS Kirim 1.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

“Jadi tidak pernah berlangsung saya sepanjang bersidang di pengadilan, alat bukti amburadul semacam ini. Tidak jelas semacam itu, walau sebenarnya terkadang jika masalah pidana itu dapat diatur sampai 2 mtr., tinggi nya itu alat bukti diatur rapi. Karenanya benar, apa yang disebutkan beberapa pengamat terhitung Pak Mahfud MD, jika permintaan di Mahkamah Konstitusi dalam pemilihan presiden saat ini benar-benar miskin alat bukti,” tegasnya.

Leave a Reply