7b841dd5-e953-464f-9be3-898f605166d9_169

Warga Surabaya Berebut ‘Bajak’ Kendaraan Tempur TNI

Warga Surabaya Berebut ‘Bajak’ Kendaraan Tempur TNI

7b841dd5-e953-464f-9be3-898f605166d9_169

peugeotcumple.com – Situasi Lapangan Arafuru, Mako Akademi Angkatan Laut (AAL) Bumimoro, Surabaya semakin meriah. Beberapa ratus masyarakat mulai beberapa anak sampai dewasa tumpah ruah dalam Pameran Alat Penting Skema Senjata (Alutsista) yang diadakan dalam rencana perayaan HUT ke-74 TNI.

Beberapa salah satunya kelihatan berebutan peristiwa berpose dengan kendaraan tempur punya TNI. Serta, beberapa anak tidak enggan naik serta ‘membajak’ kendaraan tempur itu.

Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI R Wisnoe Prasetja Boedi menjelaskan pekerjaan ini mempunyai tujuan untuk memperkenalkan perlengkapan yang dipunyai TNI.

“Pekerjaan pameran Alutsista dalam rencana HUT TNI ke 74, ini diadakan di AAL, selanjutnya kelak akan dikerjakan di Grand City dalam rencana mengenalkan warga mengenai alutsista yang dipunyai oleh TNI yang berada di Jawa Timur,” kata Wisnoe umur buka pameran di AAL Bumimoro Surabaya, Minggu (6/10/2019).

Tidak itu saja, Wisnoe menjelaskan dari pameran ini, warga akan tahu bagaimana kemampuan TNI dalam jaga kesatuan NKRI.

Baca juga :Ini 7 Pendaki Asal Singapura yang Terjebak Kebakaran di Gunung Raung

“Ini sekaligus juga jadi pertanggungjawaban TNI pada warga mengenai pembangunan infrastruktur TNI, kemampuan, potensi serta gelar kemampuan,” paparnya.

Waktu diberi pertanyaan apa yang dipamerkan, Wisnoe menyebutkan ada banyak kendaraan tempur paling baru serta tercanggih punya TNI. Contohnya dari TNI AD, ada 2 unit MLRS Astros, 2 Tank Leopard, Panser Anoa, MMS serta LMS, Panser Panhard serta bermacam senjata laras panjang serta pendek.

Selaian itu, dari TNI AL tampilkan Tank BMF-3F, Tank LVT 7, Tank Aligator, Radar Hughes, Truck Ahmad, Cheeta, Kendaraan Jihandak, sampai Meriam HOW 105 mm. Sedang TNI AU tampilkan bermacam miniatur pesawat tempur sampai senjata yang dipakai Pasukan Ciri khas TNI AU.

“Peremajaan terus dikerjakan. Ini yang generasi baru itu yang saya ketahui Leonard, Astros, selanjutnya dari Arhanud, ada dari Korea, ada Aligator. Terhitung yang dari nasional itu drone tanpa ada awak yang dapat tembak. Itu adalah satu keniscayaan untuk modernisasi alutsista TNI dengan perubahan tehnologi yang berkembang,” tutur Wisnoe.

Tidak itu saja, Wisnoe menjelaskan ada banyak alat perang yang masih memakai body tua, tetapi memakai mesin serta tehnologi paling baru.

“Ada yang dari marinir, tetapi itu memiliki bentuk lama tetapi mesinnya telah provit. Jadi itu bodynya saja tahun 1962-an tetapi itu masih dipakai. Waktu tempo hari ada latihan kombinasi TNI semua alhamdulillah masih dapat didaratkan dari kapal-kapal pengangkut,” sambungnya.

Sesaat satu diantara masyarakat Dewi Sri akui memang menyengaja hadir untuk lihat pameran Alutsista TNI. Dewi yang hadir bersama dengan suami serta anak-anaknya manfaatkan pameran ini untuk memperkenalkan alat perang TNI pada anaknya.

“Ini kan peristiwa langka sebab satu tahun sekali. Beberapa anak suka juga lihat tank,” pungkas Dewi.

Leave a Reply