index

Wiranto Gelar Rakor Bersama KLHK, Bahas Karhutla Sumatera-Kalimantan

Wiranto Gelar Rakor Bersama KLHK, Bahas Karhutla Sumatera-Kalimantan

index

peugeotcumple.com – Menteri Koordinator Bagian Politik Hukum serta Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengadakan rapat pengaturan (Rakor) dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK). Rapat mengulas perubahan pengaturan kebakaran rimba serta tempat (Karhutla) di Sumatera serta Kalimantan.

“Ini hari kita kembali lakukan rakor mengenai bagaimana kita mengatasi karhulta di daerah Indonesia. Seperti kita tahu jika beberapa waktu lalu, kita telah melapor ke Presiden di istana untuk bagaimana kita tingkatkan penanggulangan karhutla ini,” tutur Wiranto waktu buka rapat di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).

Wiranto menjelaskan sesuai dengan petunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencegah karhutla harus dinaikkan. Ia menyebutkan pucuk kekeringan di Indonesia ada di bulan Agustus serta September, hingga pemerintah masih punyai waktu untuk lakukan mencegah serta cari jalan keluar untuk pemadaman titik api.

“Nah beliau sudah mewanti-wanti supaya pekerjaan yang baik adalah penanggulangannya atau pencegahannya terus dinaikkan dari sekian waktu. Ditambah lagi dari ramalan yang ada, karena itu pusat kekeringan, atau pucuk kekeringan berada di bulan Agustus serta September. Nah ini kan masihlah ada kesempatan untuk kita alami pucuk kekeringan,” lanjut Wiranto.

Baca juga : Sampaikan Dukacita, Ombudsman RI Kenang Habibie sebagai Founding Fathers

“Dengan begitu, karena itu rasio peluang timbulnya titiik-titik api itu memang seharusnya kita cermati,” sambungnya.

Pada rapat pengaturan ini, Wiranto akan dengarkan laporan dari beberapa faksi. Seperti, laporan dari Tubuh Penanggulang Musibah Nasional (BNPB), Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG), KLHK, dan laporan dari perwakilan pemda yang terserang efek karhutla.

“Karena itu proses dari rapat ini saya meminta dahulu laporan dari kepala BNPB Pak Doni, kemudian dari BMKG meminta menerangkan perkiraan cuaca bagaimana dimana ada titik api yang kurang lebih bisa dipadamkan dengan hujan bikinan sebab hujan bikinan itu yang butuh kriteria awan di atas 70 %. Dimana yang bisa dikerjakan hujan bikinan,” sambungnya.

Rapat didatangi oleh Menteri LKH, Siti Nurbaya Bakar, Kepala BNPB Doni Munardo, perwakilan dari BMKG. Ikut ada dalam rapat perwakilan dari Pemerintahan Propinsi Riau, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah serta Kalimantan Barat. Sedang rapat berjalan tertutup.

Leave a Reply